Senin, 30 Juli 2018

Tuamese, Primadona Baru penggiat Selfie

Bukit Tuamese. Destinasi ini merupkan sebuah bukit kecil yang berada di sebelah barat tambak ikan bandeng dan udang air payau. Terletak di Desa Tuamese Kecamatan Biboki Anleu Kabupaten Timor Tengah Utara. Tempat ini berjarak kurang kebih 87 km dari kota Kefamenanu ibu kota  Kabupaten Timor Tengah Utara atau 280 km dari Kota Kupang, Propinsi Nusa Tenggara Timur dan lama perjalanan dari kota kupang menuju kota Wini berkisar 6,5 jam jika perjalanan tanpa henti. sedangkan dari Wini ke Tuamese waktu tempuh kurang lebih 1,5 jam.


Team Kloter Pertama
Team My Trip My Tapaleuk (MTMT) kali ini melakukan Expedisi dalam rangka berburu Swafoto (Selfie) di bukit Tuamese terbagi menjadi 2 team. Kami sebagai Team pertama dengan menggunakan 3 mobil yakni Datsun Go+, Avanza serta Innova dan Team kedua menggunakan 5 mobil Jeep masing2 Cha Rais+Oltry and crew (Jeep Willlys), Sahel Djawas+Yeni and crew (Jeep Mambo), Radial Abubakar+Kiki and crew (SUV Mitsubishi Starda), Dullah Djawas+Didi (Jeep Willys) and crew serta Adi Lay and crew (Daihatsu Taff Rocky).


Narsis di Jembatan Noelmina-Takari
Pada tanggal 21 Juli 2018 jam 09:15 Team pertama MTMT berjumlah14 personil beranggotakan saya, Ira, Nadya, Haimin, Atya, Holia, Gian dan Ica serta 6 Orang cowok memulai perjalanan dari kota kupang menuju kota Lintas Batas (Cross Border) Wini Humusucey Indonesia dengan Enclave Oekusi Negara Timor Leste setelah melewati Oesao dan Desa Camplong Kecamatan Fatuleu tepatnya Pukul 10:04 kami istirahat sejenak dan berfoto ria diatas jembatan Noelmina Kecamatan Takari. Selanjutnya rute perjalanan berikut menuju kota Soé Kabupaten Timor Tengah Selatan yang kami tempuh selama kurang lebih 45 menit dan  tiba pukul 10:40 kami menabah bahan bakar di SPBU kota So'e sebenarnya bahan bakar mobil kita masih cukup banyak hanya sekedar penuhi tangki dan Rest sekalian memanfaatkan Toilet di SPBU ini, Agar Waktu tidak molor team pertama MTMT ini kemudain melanjutkan perjalanan menuju Desa Niki-Niki Kecamatan Amanuban Tengah. 

Sebelum melanjutkan perjalanan dari SPBU kota So'e tersebut saya menitip pesan kepada rombongan team agar kita mencari tempat yang cukup nyaman di sepanjang jalan di daerah niki-niki untuk istirahat makan dengan bekal ransum makan yang telah dimasak oleh ibunya Andi dan ibunya Nadya-Atya. Team MTMT memang selalu memanfaatkan alam terbuka untuk istirahat dan makan karena disnilah kita membangun karakter dan hubungan kita dengan Alam dalam suasana yang bersahaja.


Setelah istirahat makan siang di pinggir jalan Ahmad Yani luar kota Niki-niki kami kembali melanjutkan perjalanan menuju daerah sasaran berikutnya yaitu kota Kemenanu (Kefa) dengan elevasi +/- 400 Meter Dari Permukaan Laut (MDPL) di kota Kefamenanu kami beristirahat di Taman Kota Jl. Patimura sambil merekam Video Kiki Challenge - Do You Love Me yang lagi viral di berbagai mancanegara dengan bintangnya Haimien. Scane pengambilan video Kiki Challenge ini ada bagian yang lucu sehingga membuat seluruh anggota team segar kembali. Komunkasi dengan Team Kedua telah terkonfirmasi Armada rombongan yang sedang menyusul Team kami kini berada di daerah Camplong akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.

Selanjutnya perjalanan diteruskan dari kota kefamenanu menuju kota Wini karakter jalan yang banyakan menurun karena elevasi kota Kefa berada di ketinggian sedangkan kota Wini yang berada di pesisir pantai dengan ketinggian +/- 5 MDPL dan jarak tempuh +/- 45 km kami libas dengan waktu 1 jam saya sengaja membawa rombongan sedikit cepat tapi tidak ngebut lho pertimbangan  waktu yang semakin sore.

Rute perjalanan kefa-wini sangat berkelok-kelok dengan sudut tikungan yang cukup ekstrim melalui perbukitan dan lembah2 bahkan dibeberapa badan jalan telah mengalami longsor akibat erosi tanah yang tergerus air hujan. Saking banyaknya tikungan jalan antara kota kefa-wini membuat saya menamakan rute jalan ini dengan sebutan rute jalan seribu bok (tikungan). Bagi teman-teman pencinta Blok MTMT kami sarankan apabila melewati rute ini sebaiknya kondisi fisik kamu harus fit dan tidak ngantuk serta menjaga kecepatan kendaraan kamu agar tidak terlalu negbut mengingat medan jalannya yang berkelok2 itu bisa sangat beresiko jika kita lengah.

Jam 15:17 Team Pertama MTMT Ekpedisi  Tuamese memasuki kota Wini dan tanpa membuang waktu saya
langsung membawa rombongan untuk menyewa kamar penginapan di Marjon Resort satu-satunya hotel/penginapan di kota wini. Harga kamar permalam Rp. 275.000,- dan kalau ditambah Extra Bed kita harus merogoh kocek tambahan Rp. 75.000,- . Sebenarnya para Srikandi Tapaleuk dalam Team Pertama ini beberapa kali meminta agar kita berkemah saja agar lebih berkesan tapi kali ini saya tolak karena kalau saya hitung total anggota gabungan Team Pertama dan Team Kedua berjumlah 36 orang. Wooou pasti kerepotan nanti kalo-kalo ada yang membutuhkan Toilet dan Air untuk keperluan memasak dan lain sebagainya sehingga saya putuskan menginap di Resort tersebut.

Pukul 15:30 Selesai memesan kamar seluruh anggota Team Kloter pertama memutuskan melanjukan perjalanan ke Bukit Tuamese. Perjalanan dari Resort Marjon menuju bukit Tuamese cukup bagus hampir seluruh badan jalan sudah diaspal, rute perjalanan ini melalui Tanjung Bastian, kemudian melewati desa Ponu dan masuk Desa/Kelurahan Tuamese yang masih dalam satu kecamatan Biboki Anleu. Jembatan Ponu yang sempat terputus dari puncak musim penghujan awal  tahun ini kini telah diperbaiki dengan menimbun tanah sehingga seluruh kendaraan bisa melewati jembatan tersebut.

Setelah menempuh jarak 35 km kamipun belok kiri memasuki jalan tanah atau tepatnya pengerasan jalan sepanjang +/- 6 km, ini adalah jalur menuju tambak bandeng dan udang di desa Tuamese atau kuan kefa dimana terdapat bukit yang jika kita menghadap ke arah timur dari atas bukit ini akan terpampang panorama indah antara genangan air yang dijadikan tambak dengan bukit2 yang menyerupai pulau2 menyuguhkan Pemandangam yang indah jika dijadikan latar belakang swafoto/selfie dan keindahannya hampir menyerupai Panorama dari bukit pulau Padar di daerah wisata Labuan Bajo. 

Team Pertama MTMT ini menggunakan kendaraan bukan type jeep sehingga mobil kami harus dikemudikan secara perlahan agar tidak terguncang hebat ataupun merusak suspensi kendaraan kami. 

Lahan Parkir dan Jajanan Penduduk setempat
Pukul 15.50 Sesampainya dilokasi kami langsung disambut oleh para penduduk yang kemungkinan
rumahnya disekitar lokasi dibawah bukit kecil Tuamese ini dengan ramah sambil mengarahkan mobil kita menempati area parkir yang telah disediakan.dan ternyata sudah banyak pengunjung yang tiba terlebih dahulu dilokasi baik yang sedang rehat/beristirahat di lahan parkir namun tidak sedikit yang masih berada di atas bukit dengan kesibukannya masing2 mengambil angle foto terbaik dengan berlatar belakang panorama lembah tambak bandeng dan udang Tuamese tersebut.

Mengingat waktu yang sudah mendekati senja kamipun dengan sigap beranjak menaiki bukit kecil tersebut dengan melalui jalan setapak. Diatas bukit ini terdapat 3 titik lokasi pemotretan dengan ketinggian berbeda2. Semuanya berlatar belakang tambak dan bukit berbentuk pulau yang sama, Saran saya manfaatkan ke tiga lokasi tersebut biar bisa mendapat posisi panorama foto yang terbaik menurut kamu tapi satu hal yang harus menjadi perhatian teman2 adalah hati-hati menapaki jalan diatas bukit ini karena tidak ada pegangan atau pagar sehingga apabila  terpeseset bisa berakibat fatal.

Tak terasa sudah mentari secara perlahan kembali ke peraduannya dan kami pun sadar senjapun akan segera tiba menyelimuti pertiwi hingga saya segera mngarahkan kamera foto kearah ufuk barat untuk mengabadikan sunset dari bukit Tuamese.
Para pengunjung pun secara teratur satu-perasatu mulai menuruni bukit setelah puas memotret dengan berbagai gaya. Tak terhitung berapa kali saya telah memencet timbol shutter kamera saya maupun Handphone teman2 Team MTMT yang berpose dengan berbagai gayanya yang manja maupun pura-pura serius.

Matahari telah menghilang di ufuk barat dan beberapa anggota team sudah lebih dahulu turun menuju parkiran kendaraan untuk bersiap kembali ke hotel tempat kita akan menginap nanti malam. Lahan parkir kendaraan pengunjung tempat kita memarkir kendaraan dijaga oleh penduduk setempat dengan imbalan biaya parkir permobil sebesar Rp. 5.000,-. per-mobil.

Pukul 18: 15, Team MTMT kembali menuju Resort tempat kita menginap di kota Wini dan di pemukiman sekitar Tanjung Bastian saya sempat membeli ikan hasil tangkapan Nelayan setempat untuk bekal makan malam nanti karena di hotel tersebut kami hanya disediakan sarapan pagi sementara makan siang dan malam harus mencari sendiri atau memesan di hotel dengan bayaran terpisah.

Tanjung Bastian ini adalah aset Pemda TTU yang dahulu adalah salah satu Primadona Destinasi Wisata Pantai di Kabupaten TTU. disini setiap tahun dijadikan Event Tetap Pacuan Kuda, Lokasi  yang unik di dekat pantai dan para joki kuda saat perlombaan sangat tradisional karena tidak menggunakan Pelana Kuda serta tanpa alas kaki pula. 
Dahulu tempat ini banyak dikunjungi Turis dari Manca Negara namun kini lokasi wisata Tanjung Bastian bagaikan tempat sampah dan kandang hewan dan seakan sengaja dibiarkan terlantar.

Pukul 18: 50, Kita kembali lanjutkan cerita perjalanan MTMT menuju tempat penginapan untuk istirahat dan menyiapkan makan malam nanti mengingat cadangan makan yang kita yang menipis akhirnya ikan tongkol pisang yang kita beli di tanjung bastian menjadi lauk utama kami. Rencananya ikan tersebut akan kita goreng menggunakan kompor gas minyak tanah namun kompor tersebut di titip pada mobil jeep Willys Aba Dullah Djawas dan Team kedua yang saya konfirmsi dalam perjalanan telah mendekati kota Wini ya kita sabar menunggu hingga sekita pukul 08:00 Team kedua MTMT Explorer Tuamese tiba di Penginapan dengan selamat.
Jumlah anggota pada Team Kedua sebanyak 22 orang jadi total MTMT Explore Tuamese kini setelah digabungkan menjadi 36 orang. Suasana di Resort ini makin ramai karena Team Pertama dengan Aktivitas Goreng ikan begitu juga dengan Team kedua mulai mengeluarkan bekal makanan untuk makan malam bersama. Teras kamar hotel menjadi dapur dadakan ada yang mengelar alas di teras hotel sementara para wanita dan ibu-ibu memakai kamar hotel untuk membersihkan diri.

Malam makin larut Team Kedua yang baru tiba mungkin karena kelelahan memutuskan tidur lebih cepat sedangkan team pertama yang sudah banyak istirahat memilih bermain kartu Uno di lopo dekat Pantai. 
Ide bermain Kartu Uno ini adalah Holia Gazali Anggota Termuda di Team MTMT dan saya dengan penasaran ingin diajari cara bermain Kartu Uno. Holia, Gian dan Haimien bergantian mengajari metode dan trik bermain Kartu Uno dan Gian lah yang paling Intens membimbing saya hingga mahir bermain kartu Uno tersebut. 
Serunya Permainan Kartu Uno ini sambil meledek pemain yang kalah dengan hukuman jongkok sangat ceria dan jenaka hingga tidak terasa jam telah menunjukkan pukul 02:15 dini hari dan kamipun memutuskan untuk istirahat

Minggu, Tanggal 22 Juli 2018, Jam 07:15 Saya membawa Team Kedua kembali ke Bukit Tuamese untuk be Swafoto di bukit tersebut dengan mengendarai 5 mobil Jeep beriringan menuju Tuamese. Sesampainya dilokasi hari masih pagi dan pengunjung pertama yang sampai di lokasi ini adalah saya bersama Team Kedua. Kesempatan ini tidak disia-siakan mengingat Matahari pagi yang bersinar Terik saya mengarahkan Anggota Team Kedua ini untuk segera mendaki Bukit tersebut untuk mengambil foto. Terdengar keluhan jenaka pada anggota Team karena harus mendaki bukit dalam kondisi panas terik matahari pagi namun semangat tidak kendur sesampainya diatas bukit sayup terdengar kalimat terpana menyaksikan Panorama lekukan tambak dengan barisan bukit2 menyerupai Pulau nan indah. karena saya sudah banyak berfoto ria kemarin sore kini saya hanya sebagai juru foto mendokumentasi seluruh anggota team yang meminta foto dengan kamera DSLR yang saya bawa

Pikul 10:30, Saya bersama Team Kedua Kembali ke Penginapan untuk pesiapan makan siang dan Cek Out dari Hotel menuju sasaran berikut yakni Cross Border Wini Humusu C  / Humusucey. 
Tempat ini adalah Perbatasan Resmi ke 3 dari 3 Perbatasan antara Timor Barat  NTT - Indonesia dengan Enclave Oekusi Negara Timor Lest, dua perbatasan lain adalah Batugade dan Motamasin.

Team Kedua yang baru sampai di Hotel memutuskan untuk menyiapkan Makan Siang sementara Team Pertama sudah mempersiapkan diri untuk menuju Perbatasan Humusucey dan saya yang membawa sebagian anggota Team Pertama memutuskan duluan ke Perbatasan sedangkan Team kedua masih beristirahat dan menyiapkan makan siang.

Pukul 12:50, kami (Team Pertama) telah sampai di perbatasan Humusucey.

Perjalanan dari Resort Marjon ke Perbatasan ini tidak lama karena berjarak +/- 3 kilometer dri tempat penginapan. Setibanya di perbatasan dan mengisi buku tamu di Pos penjagaan kami pun diijinkan masuk untuk mengambil foto di Pos didalam kompleks ini yang dibangun dengan megahnya oleh Pemerintah Indonesia. 


Pukul 13:30, Team Pertama akhirnya meninggalkan perbatasan Wini Humusucey kembali menuju Kota Kupang dengan rencana berikut Transit di Kota Kefamenanu untuk istirahat makan.

Demikian Teman-teman Tapaleuk yang setia membaca Blog ini semoga cerita perjalanan kali ini dapat menjadi referensi wisata kalian. Sampai jumpa di Trip berikutnya salam MTMT (My Trip My tapaleuk), Tapaleuk yang bermanfaat.










1 komentar:

  1. 👍👍👍👍👍👍

    BalasHapus